Dalam hati saya kesal sekali dengan birokrasi yang ada di republic ini. Birokrasi yang mneurut saya kopleks meskipun itu pada tingkatan sangat dasar. Birokrasi ini yang justru menghabiskan sumberdaya alam, padahal kita selama ini masih sangat tergantung pada kesediaan sumberdaya dan justur Negara ini dibanun dari sumberdaya alam yang ada baik renewable maupun unrenewable.
Bayangkan, untuk membuat satu surat ke instansi lain saja, temen saya mesti mengeprint hingga 6-7 kali sebelum masuk ke direktur untuk ditandatangani. Alasannya sepele cuma karena masalah pengejaan. Surat yang pertama hanya salah karena nama bapak yang seharusnya saudara. Setelah diprint ada kesalahan lagi, karena saudara dengan huruf S kecil, bukan S capital.
Ketik lagi kemudian tetap ada yang salah karena kata Di sebagai penunjuk tempat ditulis huruf keci. Dan masih beberapa kesalahan yang seharusnya tidak terjadi meskipun itu anya titik dan koma yang sepatutnya tidak perlu dipanjanglebarkan.
Mengapa membuang sumberdaya? Karena untuk instansi tertentu, salah satu huruf saja mesti print lagi dengan kertas yang baru, tidak mungkin dengan lembar belakang yang masih kosong. Untuk 7 kali revisi, artinya masih ada 7 kertas yang mesti dibuang untuk satu surat saja.
Bayangkan, padahal konon katanya untuk menghasilkan 1 rim kertas A4 putih itu perlu dipotong setengah hektar pohon. Lalu kalau sehari kita menghabiskan 2 rim, artinya ada 1 hektar pohon yang hilang untuk dibuat kertas. Dan jika di Jakarta saja ada 200 instansi, maka akan ada 200 hektar pohon yang hilang tiap harinya hanya untuk konsumsi kertas seperti diatas. Tidak heran jika Riau dan Kalimantan justru kehilangan pohon dan hutan yang perawan untuk keperluan seperti ini
Menurut saya ini adalah hal yang rudenden alias mubazir. Dan menurut yang saya anut, mubazir itu adalah perbuatan yang menyia-nyiakan segala sesuatu dan lebih dekat untuk berhubungan dengan setan....
Hanya sedikit orang yang sadar akan hal ini, karena menurut mereka rasanya hal yang sangat simpel seperti ini tidak perlu dipermasalahkan. Padahal justru dair hal kecil seperti ini kita bisa belajar menghargai alam sekaligus menghargai diri kita sendiri. Mengehemat kertas berarti mengurangi jumlah pohon yang ditebang, menghemat air berarti menyimpan air untuk masa depan generasi mendatang. Menghemat bensin artinya mengurangi konsumsi bahan bakar tidak terbarukan, mengurangi pengeluaran bulanan dan mengurangi emsi yang keluar dari kendaraan kita..............
Bayangkan, untuk membuat satu surat ke instansi lain saja, temen saya mesti mengeprint hingga 6-7 kali sebelum masuk ke direktur untuk ditandatangani. Alasannya sepele cuma karena masalah pengejaan. Surat yang pertama hanya salah karena nama bapak yang seharusnya saudara. Setelah diprint ada kesalahan lagi, karena saudara dengan huruf S kecil, bukan S capital.
Ketik lagi kemudian tetap ada yang salah karena kata Di sebagai penunjuk tempat ditulis huruf keci. Dan masih beberapa kesalahan yang seharusnya tidak terjadi meskipun itu anya titik dan koma yang sepatutnya tidak perlu dipanjanglebarkan.
Mengapa membuang sumberdaya? Karena untuk instansi tertentu, salah satu huruf saja mesti print lagi dengan kertas yang baru, tidak mungkin dengan lembar belakang yang masih kosong. Untuk 7 kali revisi, artinya masih ada 7 kertas yang mesti dibuang untuk satu surat saja.
Bayangkan, padahal konon katanya untuk menghasilkan 1 rim kertas A4 putih itu perlu dipotong setengah hektar pohon. Lalu kalau sehari kita menghabiskan 2 rim, artinya ada 1 hektar pohon yang hilang untuk dibuat kertas. Dan jika di Jakarta saja ada 200 instansi, maka akan ada 200 hektar pohon yang hilang tiap harinya hanya untuk konsumsi kertas seperti diatas. Tidak heran jika Riau dan Kalimantan justru kehilangan pohon dan hutan yang perawan untuk keperluan seperti ini
Menurut saya ini adalah hal yang rudenden alias mubazir. Dan menurut yang saya anut, mubazir itu adalah perbuatan yang menyia-nyiakan segala sesuatu dan lebih dekat untuk berhubungan dengan setan....
Hanya sedikit orang yang sadar akan hal ini, karena menurut mereka rasanya hal yang sangat simpel seperti ini tidak perlu dipermasalahkan. Padahal justru dair hal kecil seperti ini kita bisa belajar menghargai alam sekaligus menghargai diri kita sendiri. Mengehemat kertas berarti mengurangi jumlah pohon yang ditebang, menghemat air berarti menyimpan air untuk masa depan generasi mendatang. Menghemat bensin artinya mengurangi konsumsi bahan bakar tidak terbarukan, mengurangi pengeluaran bulanan dan mengurangi emsi yang keluar dari kendaraan kita..............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar