Selasa, Januari 08, 2008

Darwinisme yang Merusak Pikiran

Dear all

Sebaiknya mulai sekarang kita harus memperhatikan materi pendidikan yang diberikan pada anak kita di sekolah. Karena ada beberapa kurikulum pelajaran sekolah yang secara tidka langsung mengarahkan anak kita pada sifat “jauh kepada Allah” dan cenderung menjunjung rasa “ateisme dan superior”

Saya ingat dalam pelajaran biologi SMP dan SMA dikatakan bahwa :
1. Ada dua teori asal-usul kehidupan yaitu
a. Kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya (life only come from life before)
Intinya adalah bahwa mahluk hidup saat ini berasal dari mahluk hidup sebelumnya.
b. Mahluk Hidup terbentuk secara spontan (generatio spontanea)
Maksudnya adalah mahluk hidup berasal dari benda tak hidup. Contohnya katak yang tiba-tiba muncul dari lumpur, atau ulat muncul dari daging yang didiamkan setelah beberapa hari.

Saya menekankan pada fase yang kedua, mengapa karena di bagian ini diajarkan bahwa mahluk hidup berasal dari benda tak hidup (kehidupan muncul secara tiba-tiba). Untuk lebih jelasnya gini:

Ilmuwan Alexander Oparin menemukan di laboratoriumnya bahwa sel pendukung kehidupan (protein dan DNA) pertama kali terbentuk ketika metan, air, nitrogen dan zat lain (bumi dulunya dipenuhi bahan organik seperti sup purba) terkena arus litrik dari sambaran petir kemudian menggumpal beberapa lama dan menjadi sel hidup pertama kali. Sel ini membelah dan menjadi mahluk hidup sel tunggal pertama yang ada di bumi.

Sel ini kemudian hidup dan menjadi organisme protozoa, monera dan seterusnya sehingga kemudian berevolusi menjadi ikan. Dari ikan berevolusi menjadi reptil, dari reptil berevolusi menjadi burung dan selanjutnya mamalia. Dan akhirya manusia pun tercipta sebagai “produk terbaik” kehidupan ala Oparin ini.

Intinya adalah bahwa manusia, serangga, burung, ikan dan mahluk lainnya adalah produk yang sama yang dihasilkan dari ketidaksengajaan peristiwa alam (dari lumpur yang terkena sengatan listrik). Ini sama saja artinya dengan suatu tepat barang bekas yang luas yang kemudian tersapu angin topan tiba-tiba menghasilkan pesawat Boeing 737 apalgi stealth.

Ini adalah salah satu metode empirik yang dinyatakan sebagai metode sangat ilmiah dan rasional. Padahal tidak demikian, bahwa sel tidak mungkin terbentuk dari tumbukan listrik dengan lumpur purba, karena berbagai argumen ilmiah tidak mendukung terbentuknya sel pada zaman itu. Sel terlalu kompleks dan rumit untuk bisa diciptakan dari suatu proses alam yang kebetulan. Satu rantai protein saja terdiri dari jutaan mata rantai DNA atau RNA, ribuan monomer yang sulit ntuk dapat dibuktikan bahwa semua itu terentuk secara sendiri-sendiri.

Teori ini banyak dipegang oleh ilmiwan baik dalam maupun luar negeri meskipun saat ini sudah banyak ilmuwan dan teori yang membuktikan bahwa kehidupan itu berasal dari keihdupan sebelumnya dan kehidupan sebelumnya itu adalah hasil dari penciptaan.

2. Evolusi Mahluk Hidup
Teori Evolusi yang dijadikan senjata kuat para ilmuwan yang menyatakan bahwa:
  1. Kehidupan pertama muncul secara tidak sengaja oleh proses alam
  2. Terjadi evolusi (perubahan perlahan-lahan) dari mahluk hidup sebelumnya mejadi mahluk saat ini alias mahluk hidup berasal dari satu nenek moyang yang sama melalui proses evolusi.
  3. Dalam kehidupan, ada kompetisi yang mengharuskan yang bisa bertahan adalah mereka yang kuat (seleksi alam).

Teori seperti ini yang menjadi kesalahan dan memacu putra putri kita untuk menjauh dari agama. Karena dalam teori tersebut dipendam sifat ateisme (menolak tuhan).
  1. Bahwa kehidupan ini terbentuk dari ketidak sengajaan (meniadakan peran tuhan)
  2. Evolusi adalah proses yang dijalani oleh tiap mahluk hidup (manusia dengan kera adalah satu nenek moyang)
  3. Kompetisi dengan yang kuat (karakteristik ini adalah karakteristik rasisme yang mengagungkan diri sendiri dan menganggap lemah bangsa lain sehingga memicu timbulnya berbagai faham fasis seperi Nazi, Xlu Xlu Khan, komunisme dll)

Akibat masih lemahnya ilmu pengetahuan pada saat itu (abad 19 dan awal abad 20), teori ini menjadi tak terbantahkan dan dipegang menjadi dasar pemikiran manusia. Tetapi dengan kemajuan teknologi saat ini, pemikiran tersebut menunjukkan proses keruntuhan.
Untuk membuktikan bahwa burung adalah evolusi dari reptil saja sampai saat ini tidak pernah berhasil. Kompleksita penciptaan sayap burung, bulu burung sebagai penentu arah, tulang sebagai rangka yang ringan namun kuat, sangat jauh untuk bisa dievolusikan dari sebuat sirip yang dikepak-kepakan –mengejar serangga di udara sebagai makanan- yang kemudian lama-kelamaan menjadi sebuah sayap.

Yang saya harapkan adalah, jangan sampai generasi mendatang disusupi dogma semacam ini melalui pendidikan di sekolah, karena jujur saja, apapun agama anda, dua teori di atas akan menjadi dasar peletakkan ideologi lain (fasisme, rasialis dan lainnya) yang hanya membawa manusia menuju kebodohan dan kerusakan. Awasi dan pelihara anak kita dalam belajar. Beri pengertian kepada mereka tentang ilmu yang baik menuju kesejahteraan, jangan jadikan mereka korban kebrobrokan keterbelakangan ilmu ilmiah.

Banyak hal yang bisa didiskusikan jika bicara mengenai hal ini. Silahkan anda cari banyak referensi tentang kerusakan yang diakibatkan oleh kedangkalan pemikiran atheis dan materialis seperti diatas.

Salam

Tidak ada komentar: