

Beberapa bulan lau saya sedang menonton tv swasta di Jakarta dan kebetuan acara kali itu bertema gaya hidup dan menampilkan kegemaran seseorang terhadap segala sesuatu yang berbau “barang terbaik” dalam artian barang ataupun produk dan hasil yang sangat berkualitas dan menonjolkan prestige. Sebelumnya saya sudah melihat beberapa edisi yang menampilkan perhiasan mewah, cerutu hingga sampanye.
Yang saya agak terlejut sekaligus sulit membayangkan adalah ketika sang presenter (mantan model terkenal Indonesia) sedang mewancarai seorang pengusaha sekaligus juga anggota DPR dari salah satu partai pecinta merah di Indonesia. Saya ingat sekali namanya. Dia menjelaskan bahwa dia memiliki kurangn lebih 12 mobil super mewah (setidaknya untuk kalangan Indonesia) dan 4 sepeda motor yang juga sangat mewah. Yang bikin saya terkejut sekaligus ngeri adalah ketika dia dengan sangat bangganya mengatakan ia memang sangat senang berganti sekaligus mengkoleksi mobil sepanjang usianya.
Saya sendiri tidak tahu berapa milyar yang uang yang mesti ia keluarkan untuk membeli mobil dan motor extra mewah tersebut. Beum lagi biaya untuk maintenance dan asuransi ke-12 mobil dan 4 motor mewahnya tersebut, mungkin bisa lebih dari 1 M per tahunnya. Sadis sekali…. Beberapa jenis mobil dan motor mewahnya (yang kebetulan saya tahu harganya) dan kebetulan saya ingat adalah seperti ini:
1. Range Rover (Jeep, SUV) 1,5 M
2. Mercedes SLK 300 AMG 5,5L 3,5 M
3. Mercedes AMG Coupe Cabriolet 2 M
4. Ferrari 360 Spider US$ 540 ribu (harga Modena)
5. Cadilac Escade ga tauk hehehehe
6. Hummer (versi sipil Humvee) 5 M
7. Mercy Jeep ga tauk juga
8. Bentley Flying Spurs 5,4 M
9. Ford Super Ranger Hurricane Limited Ed Rp 300 juta
10. BMW Seri 760i 3,3 M
(yang dua lagi saya tidak ingat…)
11. Motor Harley Davidson V-ROD Rp 350 juta
12. Motor Honda CC extra besar (saya lupa tipenya) ga ada data
13. Motor BMW 1200 cc Rp 300 juta
14. Motor Suzuki Hayabusa 1300 cc (si extra cepat) ga ada data
O iay penekanan juga, bahwa harga tersebut baru harga yang ditawarkan tahun 2005, sayabelum update berapa data terbaru untuk tahun 2008 ini. Kebetulan stock majalah otomotif saya terbatas hehehe….
Itu mungkin hanya mobil yang dia pakai untuk kepentingan pribadi, belum lagi kendaraan yang dipergunakan untuk anak atau istri atau bahkan ajudannya… entah berapa pastinya dia punya mobil dan motor.
Saya berpikir, gila juga kalo ada orang Indonesia yang seperti ini. Masalah dia memiliki uang dari mana saya tidak mau tahu tetapi kehidupan yang mendewakan prestige dan hedonis di Indonesia, menghamburkan uang untuk hal yang terlalu berlebihan sementara hidup di Indonesia, rasanya tidak bijaksana. Padahal di sekeliling kita masih banyak sekali orang yang hanya makan sekali sehari dengan sayur tanpa lauk atau bahkan makan dari kaisan sampah dan resa kasihan orang lain.
Bangsa ini sudah cukup menderita karena banyaknya orang yang mementingkan diri sendiri dan menimbun konsumsi bahan pokok. Harga kedelai melonjak drastic, padahal tempe dan tahu selama ini identik dengan makanan orang miskin. Kalau tahu dan tempe saja sudahmahal, lantas mereka mesti makan apa? Harga beras dan minyak tanah juga ikut-ikutan naik, pengalihan subsidi untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat tidak mampu hasilnya tidak memuaskan.
Saya jadi ingat ketika di salah satu televise kemarin menampilkan masyarakat di kabupate… (saya lupa namanya) di Jawa Tengah mengkonsumsi oyek (sejenis makanan dari singkong untuk campuran nasi) karena tidak mampu membeli beras yang harganya mencapai 4000 rupiah per kilogramnya. Mereka lebih memilih mencampur dengan oyek yang harganya hanya 3000-33000 rupiah per kilogramnya.
Oh my God… Indonesia saat ini di tepi krisis akidah dan keimanan, ekonomi dan kepercayaan bahkan krisis pangan. Tetapi masih banyak saja orang-orang yanglebih suka mengahmburkan uang demi untuk hal-hal yang menurut saya, sangat berlawanan dengan kondisi sesungguhnya masyarakat Indonesia. Pertubuhan ekonomi yang mencapai 6% tahun 2007 kemarin hanya menyentuh level permukaan saja, belum mencapai pada sector riil.
Tahun baru 2008 yang lalu, lebih dari 3 juta penduduk Jakarta dan sekitarnya memadati lapangan Monas dan terbuai dalam nuansa senang-senang. Ada kembang api, hiburan musik, dan banyak hal lainnya. Sementara itu di karanganyar, lebih dari 60 jiwa yang tertimbun tanah longsor, di Malang, Bojonegoro, Semarang dan kabupaten lainya masih terendam banjir hingga untuk mendapat nasi atau mi instant saja suilt.
Baru 4 tahun lalu, tsunami di Serambi Mekkah yang menyebabkan lebih dari 200 ribu jiwa meninggal, Indonesia masih dilanda belasungkawa. Apakah rasanya pantas kalo kita bergembira dan menghabiskan uang sementara dengan apapun namanya sementara tetangga kita beum terisi makanan?
Kalau kita berkunjung ke salah satu pusat Bisnis di Sudirman, rasanya disana tidak pernah terjadi krisis moneter atau kelaparan. Krisis itu cuma ada di “luar sana”. Pemerintah sendiri harusnya memastikan bahwa keuntungan dari meningkatnya harga minyak, penerimaan dari sector mineral dan logam yang harganya melonjak “supercycle”, penerimaan pajak dan lain-lainnya itu masuk ke meja makan semua rakyat yang ada di Indonesia. bukanjustru banyak mengalir dan “pipis” di berbagai mata rantai…
World being crazy and there’s a lot of bad and beware…!!!! Semoga keturunan saya tidak bertingkah kalu seperti mereka. Semoga kami selalu ditunjukkan shirathal mustaqim.. amin.
Yang saya agak terlejut sekaligus sulit membayangkan adalah ketika sang presenter (mantan model terkenal Indonesia) sedang mewancarai seorang pengusaha sekaligus juga anggota DPR dari salah satu partai pecinta merah di Indonesia. Saya ingat sekali namanya. Dia menjelaskan bahwa dia memiliki kurangn lebih 12 mobil super mewah (setidaknya untuk kalangan Indonesia) dan 4 sepeda motor yang juga sangat mewah. Yang bikin saya terkejut sekaligus ngeri adalah ketika dia dengan sangat bangganya mengatakan ia memang sangat senang berganti sekaligus mengkoleksi mobil sepanjang usianya.
Saya sendiri tidak tahu berapa milyar yang uang yang mesti ia keluarkan untuk membeli mobil dan motor extra mewah tersebut. Beum lagi biaya untuk maintenance dan asuransi ke-12 mobil dan 4 motor mewahnya tersebut, mungkin bisa lebih dari 1 M per tahunnya. Sadis sekali…. Beberapa jenis mobil dan motor mewahnya (yang kebetulan saya tahu harganya) dan kebetulan saya ingat adalah seperti ini:
1. Range Rover (Jeep, SUV) 1,5 M
2. Mercedes SLK 300 AMG 5,5L 3,5 M
3. Mercedes AMG Coupe Cabriolet 2 M
4. Ferrari 360 Spider US$ 540 ribu (harga Modena)
5. Cadilac Escade ga tauk hehehehe
6. Hummer (versi sipil Humvee) 5 M
7. Mercy Jeep ga tauk juga
8. Bentley Flying Spurs 5,4 M
9. Ford Super Ranger Hurricane Limited Ed Rp 300 juta
10. BMW Seri 760i 3,3 M
(yang dua lagi saya tidak ingat…)
11. Motor Harley Davidson V-ROD Rp 350 juta
12. Motor Honda CC extra besar (saya lupa tipenya) ga ada data
13. Motor BMW 1200 cc Rp 300 juta
14. Motor Suzuki Hayabusa 1300 cc (si extra cepat) ga ada data
O iay penekanan juga, bahwa harga tersebut baru harga yang ditawarkan tahun 2005, sayabelum update berapa data terbaru untuk tahun 2008 ini. Kebetulan stock majalah otomotif saya terbatas hehehe….
Itu mungkin hanya mobil yang dia pakai untuk kepentingan pribadi, belum lagi kendaraan yang dipergunakan untuk anak atau istri atau bahkan ajudannya… entah berapa pastinya dia punya mobil dan motor.
Saya berpikir, gila juga kalo ada orang Indonesia yang seperti ini. Masalah dia memiliki uang dari mana saya tidak mau tahu tetapi kehidupan yang mendewakan prestige dan hedonis di Indonesia, menghamburkan uang untuk hal yang terlalu berlebihan sementara hidup di Indonesia, rasanya tidak bijaksana. Padahal di sekeliling kita masih banyak sekali orang yang hanya makan sekali sehari dengan sayur tanpa lauk atau bahkan makan dari kaisan sampah dan resa kasihan orang lain.
Bangsa ini sudah cukup menderita karena banyaknya orang yang mementingkan diri sendiri dan menimbun konsumsi bahan pokok. Harga kedelai melonjak drastic, padahal tempe dan tahu selama ini identik dengan makanan orang miskin. Kalau tahu dan tempe saja sudahmahal, lantas mereka mesti makan apa? Harga beras dan minyak tanah juga ikut-ikutan naik, pengalihan subsidi untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat tidak mampu hasilnya tidak memuaskan.
Saya jadi ingat ketika di salah satu televise kemarin menampilkan masyarakat di kabupate… (saya lupa namanya) di Jawa Tengah mengkonsumsi oyek (sejenis makanan dari singkong untuk campuran nasi) karena tidak mampu membeli beras yang harganya mencapai 4000 rupiah per kilogramnya. Mereka lebih memilih mencampur dengan oyek yang harganya hanya 3000-33000 rupiah per kilogramnya.
Oh my God… Indonesia saat ini di tepi krisis akidah dan keimanan, ekonomi dan kepercayaan bahkan krisis pangan. Tetapi masih banyak saja orang-orang yanglebih suka mengahmburkan uang demi untuk hal-hal yang menurut saya, sangat berlawanan dengan kondisi sesungguhnya masyarakat Indonesia. Pertubuhan ekonomi yang mencapai 6% tahun 2007 kemarin hanya menyentuh level permukaan saja, belum mencapai pada sector riil.
Tahun baru 2008 yang lalu, lebih dari 3 juta penduduk Jakarta dan sekitarnya memadati lapangan Monas dan terbuai dalam nuansa senang-senang. Ada kembang api, hiburan musik, dan banyak hal lainnya. Sementara itu di karanganyar, lebih dari 60 jiwa yang tertimbun tanah longsor, di Malang, Bojonegoro, Semarang dan kabupaten lainya masih terendam banjir hingga untuk mendapat nasi atau mi instant saja suilt.
Baru 4 tahun lalu, tsunami di Serambi Mekkah yang menyebabkan lebih dari 200 ribu jiwa meninggal, Indonesia masih dilanda belasungkawa. Apakah rasanya pantas kalo kita bergembira dan menghabiskan uang sementara dengan apapun namanya sementara tetangga kita beum terisi makanan?
Kalau kita berkunjung ke salah satu pusat Bisnis di Sudirman, rasanya disana tidak pernah terjadi krisis moneter atau kelaparan. Krisis itu cuma ada di “luar sana”. Pemerintah sendiri harusnya memastikan bahwa keuntungan dari meningkatnya harga minyak, penerimaan dari sector mineral dan logam yang harganya melonjak “supercycle”, penerimaan pajak dan lain-lainnya itu masuk ke meja makan semua rakyat yang ada di Indonesia. bukanjustru banyak mengalir dan “pipis” di berbagai mata rantai…
World being crazy and there’s a lot of bad and beware…!!!! Semoga keturunan saya tidak bertingkah kalu seperti mereka. Semoga kami selalu ditunjukkan shirathal mustaqim.. amin.