Senin, Maret 03, 2008

REDUCE GLOBAL WARMING START FROM NOW !!!



I. Konsumsi Energi
  • Matikan Komputer saat jam istirahat atau ketika libur. Pastikan tidak ada alat elektonik yang digunakan kecuali untuk darurat. Atau pastikan computer dalam keadaan stand by jika tidak digunakan untuk beberapa saat
  • Gunakan lampu atau alat elektronik yang hemat energi dan matikan apabila tidak digunakan
  • Gunakan tangga untuk sekedar menaiki satu atau dua lantai, sekalian berolahraga dan membiasakan jalan kaki
  • Buat jadwal untuk penggunaan alat elektronik atau gunakan fungsi otomatis untuk mematikannya
  • Lebih baik memanfaatkan sepeda untuk transportasi jarak dekat, sekalian bikin trend bike to work….

II. Konsumsi Air
  • Pastikan menutup keran air dengan rapat dan tidak ada yang terbuang. Lakukan hal ini juga untuk mencuci piring dengan membuka keran hanya untuk membilas, termasuk saat menyikat gigi dan bercukur
  • Lebih baik gunakan satu gelas tiap harinya untuk minum dan tutup jika tidak digunakan untuk menghemat pengguaan gelas dan pencuciannya
  • Gunakan saja shower dengan semburan air yang sedikit tapi kuat daripada berendam satu bath thub untuk mandi
  • Gunakan air hujan yang ditampung untuk keperlan bersih-bersih seperti mencuci garasi, teras dan menyiram tanaman serta tutup penampungan air hujan saat tidak digunakan,
  • Manfaatkan air kurasan akuarium untuk menyiram tanaman karena mengandung banyak nitrogen dan phospat

III. Konsumsi Sampah
  • Daur ulang sampah rumah tangga menjadi kompos (ini bisa menjadi bisnis yang mengasyikan loh…) atau gunakan sampah organic untuk membuat lubang resapan biopori, selain mengurangi sampah ini bisa menjadi gudang air bawah tanah,
  • Hemat konsumsi kertas dengan menulis atau mencetak timbal balik di kedua sisi
  • Jadikan tim kebersihan sebagai front liner untuk menjaga lingkungan jika kita semua mengadakan perhelatan
  • Berbelanjalah dengan produk kemasan yang minim atau tidak berlapis-lapis untuk mengurangi volume sampah atau bawahlah tas belanja sendiri daripada memakai kantong plastik dari pasar

(dari berbagai sumber)

Global Warming (...)


Global warming, suatu kata yang entah belakangan ini tiba-tiba mendunia menyusul gencarnya pemberitaan dan kampanye yang dilakukan untuk mengurangi dampak dari masalah ini. Mungkin karena dampaknya baru terasa beberapa tauhn ini, orang baru mulai mengarahkan global warming sebagai masalah bersama. Jujur saja, baru sedikit orang yang mengerti global warming dan lebih sedikit orang yang peduli terhadap keadaan ini.

Bagi kami, sudah lama menaruh perhatian pada kondisi tidak mengenakkan ini. Meski baru memasuki tahap pencerahan wacana, kami tetap berharap bahwa kita semua menyadari masalah ini menyangkut kehidupan bersama, bukan hanya satu kota, daerah, pulau ataupun Negara. Lebih dari itu, lintas batas dan no boundary.

Global warming sebenarnya merupakan hal yang biasa dalam umur planet bumi karena bumi memang selalu menghangat dan mendingin berkali-kali selama lebih dari 4,5 milyar tahun. Tiap hari selalu panas matahari masuk ke bumi memnembus lapisan atmosfer, sebagian diserap bumi sisanya dipantulkan. Ada lapisan gas (dikenal dengan gas rumah kaca) sebagai kanopi raksasa yang menahan panas matahari agar tidak dilepas kembali ke angkasa dan menghangatkan bumi.

Selama bumi masih berada dalam batas kewajaran suhu untuk hewan dan tumbuhan serta manusia sekitar 160C, kehidupan selalu bertahan hidup dan pemanasan bumi adalah hal yang baik. Masalah yang terjadi ketika konsentrasi gas rumah kaca meningkat drastic sehingga panas dalam bumi tidak bisa kembali dipantulkan dan membuat bumi jadi “terpanggang” dan dikenal sebagai global warming.

Peningkatan gas rumah kaca yang umumnya terdiri atas CO2, metan (CH4), dinitrooksida N20, hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC) atau sulfurheksafluoroda (SF6) dengan pengaruh utama dari C)2, metan dan senyawa oksida. Peningkatan kadar di atmosfer ini disebabkan oleh pembakaran bahan baker fosil (fossil fuel) dalam pembangkit energi dan transportasi, terbakarnya hutan ,ataupun penggunaan pupuk pertanian.

Karbondioksida dihasilkan dari pembakaran fossil fuel untuk industri 36% (pebangkit listrik dan kilang minyak), 27% dari sector transportasi, 21% dari sector industri, 15% dari industri rumah tangga dan jasa serta 1% kontribusi dari lainnya.

Effect Dari Global Warming
Sebenarnya banyak effect dari global warming ini, namun beberapa dampak utama yang langsung terlihat adalah:
  1. Kelangkaan air. Air bersih kini semakin sulit didapat (hanya 1 dari 5 penduduk dunia yang memperoleh air bersih) karena banyaknya desertification (penggurunan) dan hilangnya sumber air,
  2. Badai yang semakin sering terjadi dengan intensitas meningkat 50% dari biasanya dan ini bisa menghantam lintas Negara,
  3. Munculnya banyak penyakit jenis baru yang ditaksir ada sekitar 30 jenis termasuk Avian Flu,
  4. Punahnya ribuan spesies dalam waktu singkat sehingga rantai makanan pun terancam,
  5. Es di daerah kutub makin banyak mencair sehingga permukaan laut meningkat sehingga Negara kepualauan seperti Fiji, Barbados, Karibia bahkan Indonesia terancam kehilangan ribuan pulau,
  6. Kenaikan suhu air laut sehingga terumbu karang mengalami coral bleaching (pemutihan) sehingga asupan makanan ikan hilang dan jumlah ikan berkurang drastic,
  7. Perubahan suhu secara ekstrem di beberapa tempat. Moskow pernah mengalami hari panas mencapai 32 derajat C dan Afrika Selatan dan Irak pernah turun salju. Bahkan ribuan orang tewas di Eropa akibat hari dengan suhu sangat panas.
  8. Pergeseran iklim dan musim. Bulan Juni biasanya Indonesia sudah mengalami kemarau, tetapi terjadi hujan yang menenggelakan beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan.

De el el….



KEPUNAHAN TEORI EVOLUSI III (CATATAN FOSIL MEMBANTAH EVOLUSI)



Pemahaman mendasar dari teori evolusi adalah setiap spesies hidup berasal dari satu nenek moyang. Spesies yang ada sebelumnya lambat laun mulai berubah menjadi spesies lain, dan semua spesies muncul dengan cara ini. Dan masih menurut teori tersebut, perubahan ini berlangsung sedikit demi sedikit dalam jangka waktu jutaan tahun (evolute). Dengan demikian, maka seharusnya pernah terdapat sangat banyak spesies peralihan (dari spesies sebelumnya menajdi spesies baru sekarang ini) selama periode perubahan yang panjang ini.

Jika benar evolusi itu berjalan dengan mekanisme diatas, harus ada beberapa jenis makhluk ikan-reptil di masa lampau, dengan beberapa ciri reptil sebagai tambahan pada ciri ikan yang telah mereka miliki. Dan juga terdapat beberapa jenis burung-reptil dengan ciri burung dan ciri reptil yang telah mereka miliki. Tetapi kaum evolusionis lebih senang menyebut mahluk yang tidak ada ini sebagai mahluk imajiner sebagai sebagai “bentuk transisi”.

Jika benar mahluk (creatures) seperti ini pernah ada, seharusnya mereka muncul dalam jumlah dan variasi sampai jutaan dan ada pada catatan fosil dalam bumi ini. Jumlah peralihan imajiner ini semestinya lebih besar daripada spesies binatang masa kini dan dapat mereka seharusnya ditemukan di seluruh penjuru dunia.

Ini adalah salah satu rintangan nyata besar Darwin yang membuktikan ketidakadaan bentuk-bentuk peralihan tersebut. Karena itulah dalam buku The Origin of Species, pada bab “Difficulties of the Theory” ia menulis “…Jika suatu spesies memang berasal dari spesies lain melalui perubahan sedikit demi sedikit, mengapa kita tidak melihat sejumlah besar bentuk transisi di mana pun? Mengapa alam tidak berada dalam keadaan kacau-balau, tetapi justru seperti kita lihat, spesies-spesies hidup dengan bentuk sebaik-baiknya?.... Menurut teori ini harus ada bentuk-bentuk peralihan dalam jumlah besar, tetapi mengapa kita tidak menemukan mereka terkubur di kerak bumi dalam jumlah tidak terhitung?.... Dan pada daerah peralihan, yang memiliki kondisi hidup peralihan, mengapa sekarang tidak kita temukan jenis-jenis peralihan dengan kekerabatan yang erat? Telah lama kesulitan ini sangat membingungkan saya…”.
Dan penjelasan yang dimunkinkan oleh hal yang mustahil ini adalah, catatan fosil yang telah ditemukan hingga kini belum memadai. Jika saja catatan itu dipelajari secara rinci mata rantai yang hilang (missing link) tersebutakan ditemukan.

Teori ini membuat kaum evolusionis telah berburu fosil dan melakukan penggalian mencari mata rantai yang hilang di seluruh penjuru dunia. Tetapi sekeras apapun mereka bekerja, tetap saja tak satu pun bentuk transisi ditemukan. Bahkan semua fosil yang ditemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba dan dalam bentuk yang telah lengkap sehingga evolusi itu justru tanpa sengaja telah meruntuhkan teori itu sendiri.

Seorang evolusionis ahli paleontologi Mark Czarnecki, berkomentar sebagai berikut: Kendala utama dalam membuktikan teori evolusi selama ini adalah catatan fosil; jejak spesies-spesies yang terawetkan dalam lapisan bumi. Catatan fosil belum pernah mengungkapkan jejak-jejak jenis peralihan hipotetis Darwin — sebaliknya, spesies muncul dan musnah secara tiba-tiba. Anomali ini menguatkan argumentasi kreasionis*) bahwa setiap spesies diciptakan oleh Tuhan.

Kehidupan Muncul di Muka Bumi Tiba-Tiba dalam Bentuk Kompleks
Ketika struktur lapisan bumi dan catatan fosil berhasil dipelajari, terlihat bahwa semua makhluk hidup muncul bersamaan. Lapisan bumi tertua tempat fosil-fosil makhluk hidup ditemukan adalah Kambrium, yang diperkirakan berusia 500-550 juta tahun. Catatan fosil ini memperlihatkan, makhluk hidup yang ditemukan pada lapisan bumi periode Kambrium muncul dengan tiba-tiba tanpa ada moyang yang hidup sebelumnya. Fosil-fosil di dalam batu-batuan Kambrium berasal dari siput, trilobita, bunga karang, cacing tanah, ubur-ubur, landak laut dan invertebrata kompleks lainnya. Beragam makhluk hidup yang kompleks muncul begitu tiba-tiba, sehingga literatur geologi menyebut kejadian ajaib ini sebagai “Ledakan Kambrium” (Cambrian Explosion).

Sebagian besar bentuk kehidupan yang ditemukan dalam lapisan ini memiliki sistem organ dan sel sangat kompleks seperti mata, insang, sistem peredaran darah, dan struktur fisiologis maju yang tidak berbeda dengan spesies modern. Misalnya, struktur mata majemuk berlensa ganda dari trilobita adalah suatu keajaiban desain. Binatang-binatang invertebrata kompleks ini muncul secara tiba-tiba dan sempurna tanpa memiliki kaitan atau bentuk transisi apa pun dengan organisme bersel satu yang merupakan satu-satunya bentuk kehidupan di bumi sebelum mereka.

Setengah milyar tahun lalu, binatang dengan bentuk sangat kompleks seperti masa kini muncul secara tiba-tiba tepat di awal Periode Kambrium dan ledakan evolusioner yang mengisi lautan dengan makhluk-makhluk hidup kompleks pertama di dunia. Kerajaan binatang besar masa kini ternyata telah ada di awal masa Kambrium dan binatang pertama itu pun berbeda satu sama lain sebagaimana binatang-binatang saat ini.

“Ledakan Kambrium” adalah salah satu bukti kuat adanya penciptaan, karena penciptaan adalah satu-satunya penjelasan mengenai kemunculan bentuk-bentuk kehidupan yang sempurna secara tiba-tiba di bumi ini. Seperti yang kita pahami, catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup tidak berevolusi dari bentuk primitif ke bentuk yang lebih maju, tetapi muncul secara tiba-tiba dan dalam keadaan sempurna. Ringkasnya, makhluk hidup tidak muncul melalui evolusi, tetapi diciptakan.

Fosil-Fosil Hidup
Teori evolusi menyatakan bahwa spesies makhluk hidup terus-menerus berevolusi menjadi spesies lain. Namun ketika kita membandingkan makhluk hidup dengan fosil-fosil mereka, kita melihat bahwa mereka tidak berubah setelah jutaan tahun.

Mata Trilobita
Trilobita yang muncul secara tiba-tiba pada periode Kambrium memiliki struktur mata yang sangat kompleks terdiri dari jutaan partikel kecil menyerupai sarang lebah dan sebuah sistem lensa ganda. Mata ini muncul 530 juta tahun lalu dalam kondisi sempurna. Dan yang mengagumkan struktur mata trilobita tetap bertahan hingga sekarang tanpa ada perubahan sedikit pun. Beberapa serangga seperti lebah dan capung memiliki struktur mata yang sama dengan trilobita.